• Read More at : Keyboard Specs
  • Read More at : Technology
  • Read More at : Hoax
  • Read More at : Camera Room
  • Read More at : Masterpiece
  • Watch Them at : Music Videos
  • Read More at : Music Articles
  • Read More at : World News
  • Read More at : Campus in News
  • Read More at : All About Choir
  • Read More at : Food and Healthy
  • Read More at : Tips and Tricks
  • Read More at : Precedent
  • Read More at : Science
  • Read More at : The Maestro
  • Read More at : Cinema
  • Read More at : Unique
  • Read More at : Christianity
*WELCOME* This blog contains all about technology, music, health news, and more with two languages, ​​Indonesian and English. You can use the Google translator if needed. Please provide feedback in the comments box provided for the advancement of this blog. Thank you.

Felix Mendelssohn Bartoldy

Posted by Kristofani Wednesday, March 20, 2013 0 comments
Share This Article :
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
 
Jakob Ludwig Felix Mendelssohn Bartoldy atau lebih dikenal dengan Felix Mendelssohn (lahir 3 Februari 1809 – meninggal 4 November 1847 pada umur 38 tahun) merupakan seorang komponis berkebangsaan Jerman. Dia mempertunjukkan kembali satu karya besar Bach yang berjudul St. Matthew Passion. Dia menjadi komponis terkenal di seluruh Eropa. Mendelssohn dipuji sebagai orang yang telah berjasa menghidupkan kembali karya besar yang terlupakan.

Mendelssohn adalah musikus yang berbakat. Dia sudah menjadi pianis sejak berumur 9 tahun. Satu tahun kemudian, dia sudah mulai menciptakan karya musik. Pada umur 18 tahun, dia menciptakan karya terhebatnya Midsummer Night's Dream.

Felix Mendelssohn Bartholdy lahir di Hamburg tanggal 3 Februari 1809 dan meninggal di Leipzig tanggal 4 November 1847. Kakak perempuan Felix, yaitu Fanny Mendelssohn lahir tahun 1805. Seperti halnya Felix, Fanny Mendelssohn juga menjadi komponis. Tahun 1811 lahir adik Felix yang diberi nama Rebecca dan kemudian tahun 1812, Paul Mendelssohn. Mendelssohn adalah komponis gemilang yang sudah mulai berkarya sejak ia berusia 11 tahun. Semasa hidupnya, yang hanya 38 tahun Mendelssohn menciptakan sejumlah besar karya dan berjasa bagi dunia musik.

Masa Kecil (1809-1824) 
Karena Hamburg diduduki Perancis, tahun 1811 keluarga Mendelssohn pindah ke Berlin, di mana nenek Felix Mendelssohn tinggal. Di Berlin Felix dan Fanny mendapat pendidikan musik dari ibu mereka, yang menjadi murid Johann Philipp Kirnbergers yang mendalami musik Johann Sebastian Bach. Tahun 1816 Fanny dan Felix berkunjung ke Paris dan mendapat pelajaran musik dari Madam Bigot. Setelah kembali ke Berlin, kedua kakak beradik itu belajar komposisi dan memainkan piano.

Felix Mendelssohn tampil di depan umum untuk pertama kalinya pada usia sembilan tahun, yaitu dengan memainkan piano dalam konser musik kamar atau ''chamber music'', tanggal 24 Oktober 1818. Bulan April tahun 1819 ia tampil sebagai penyanyi di sekolah menyanyi Sing-Akademie di Berlin. Tahun 1820, ketika baru berumur 11 tahun, Felix Mendelsohn mulai membuat komposisi. Dalam waktu satu tahun ia menulis hampir 60 karya musik, antara lain sejumlah lagu, sonata untuk piano, karya musik untuk trio yang terdiri dari dua alat musik gesek dan piano, sonata untuk biola, sejumlah karya musik untuk orgen dan bahkan opera yang terdiri dari tiga bagian. Karya-karya itu kemudian disusul dengan karya-karya lebih besar pada tahun 1821.

Tahun 1821, dalam usia 12 tahun Mendelssohn untuk pertama kalinya bertemu dengan pengarang kenamaan Jerman, Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832). Ia menginap di rumah Goethe di Weimar selama 16 hari. Pertemuan dengan Goethe sangat mengesankan bagi Mendelssohn, dan merupakan awal persahabatan mereka. Tahun 1822 Mendelssohn jauh lebih produktif dari pada tahun-tahun sebelumnya. Semasa kecil, Felix Mendelssohn dan saudara-saudaranya selalu mengadakan pertunjukan kecil di rumah orang tua mereka, setiap hari Minggu pagi. Felix menjadi pemimpin, sementara Fanny memainkan piano, Rebecca bernyanyi dan Paul memainkan cello. Felix juga menulis karya-karya pendek untuk kesempatan ini.

Masa Remaja (1825-1829)
Tahun 1825, Felix ikut ayahnya, Abraham Mendelssohn ke Paris. Di kota besar itu ia berkenalan dengan dua komponis ternama di jamannya, yaitu Rossini dan Meyerbeer. Ia juga berkenalan dengan komponis Luigi Cherubini, yang mengagumi bakatnya. Namun dari surat-suratnya tampak jelas, bahwa Felix kurang menyukai musik klasik Perancis, tetapi ia memulai persahabatan dengan beberapa orang, yang terus dibina bertahun-tahun.

Bulan Mei 1825 Felix kembali ke Berlin bersama ayahnya. Dalam perjalanan pulang ia singgah di Weimar dan mengunjungi Goethe untuk kedua kalinya. Di rumah Goethe ia memainkan karyanya yang berjudul Quartett in b-Moll, yang dihadiahkannya untuk Goethe. Setelah tiba kembali di Berlin, Abraham Mendelssohn membawa keluarganya pindah ke rumah tua dan besar di jalan Leipziger Straße di Berlin. Di rumah ini untuk pertama kalinya dimainkan bagian pertama (Ouvertüre) dari karya Felix Mendelssohn yang berjudul Sommernachtstraum, atau impian malam musim panas, yang didasari drama komedi karya pujangga Inggris William Shakespeare (1564-1616), yang berjudul ''A Midsummer Night's Dream''. Komposisi ini adalah karya Mendelssohn yang paling terkenal di dunia. Partitur komposisi ini ditandai dengan tulisan tanggal "Berlin, 6 Agustus 1826". Pada saat membuat komposisi mengagumkan ini Felix Mendelssohn baru berusia 17 tahun.

Di samping menulis karya-karya musik, Mendelssohn juga berkuliah di Universitas Berlin. Ia antara lain mengikuti kuliah filsuf terkenal Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Selain itu, Mendelssohn juga mendirikan sebuah paduan suara yang secara khusus mempelajari dan mempagelarkan karya-karya Johann Sebastian Bach. Sebelum dihidupkan kembali oleh Mendelssohn, karya-karya komponis ternama Jerman tersebut hampir tidak dikenal di negaranya sendiri.

Perjalanan Konser Pertama (1829-1832)
April 1829 Felix Mendelssohn untuk pertama kalinya mengadakan perjalanan ke London, di mana ia disambut dengan antusias. Penampilan pertamanya di depan publik Inggris adalah dalam sebuah konser orkestra Philharmonic Society, di mana ia bertindak sebagai dirigen. Tanggal 25 Juni 1829 ia memainkan untuk pertama kalinya di Inggris Ouvertüre dari Sommernachtstraum. Setelah konser, Mendelssohn secara tidak sengaja meninggalkan partitur karyanya itu di sebuah kereta sewaan. Sekembalinya di rumah, ia menulis kembali karya itu dan menghasilkan kopi yang sempurna, sepenuhnya hanya berdasarkan ingatan.

Setelah serangkaian konser, Mendelssohn melanjutkan perjalanan ke Skotlandia, di mana ia mendapat inspirasi untuk karyanya yang berjudul Hebriden-Ouvertüre dan Schottische Sinfonie atau Simfoni Skotlandia. Akhir November 1829 ia kembali ke Berlin. Bulan Mei tahun 1830 Mendelssohn mengadakan perjalanan ke Italia. Dalam perjalanan ia singgah dua pekan di Weimar dan mengunjungi Goethe.

Dalam perjalanan pulang dari Roma, Oktober 1831 ia singgah di München, di mana ia menulis sebuah karya untuk piano yang berjudul Klavierkonzert g-Moll. Setelah singgah di Stuttgart, Frankfurt am Main dan Düsseldorf, akhirnya Mendelssohn bertolak ke Paris dan menjumpai orang-orang yang dikenalnya saat berkunjung tahun 1825. Ketika itu ia berhubungan erat dengan dua komponis ternama lain Eropa, yaitu Franz Liszt dan Frédéric Chopin. Tanggal 19 Februari 1832 bagian pertama Sommernachtstraum dan sejumlah karya lainnya ditampilkan di gedung Conservatoire. Tetapi tidak semua karyanya mendapat sambutan hangat. Perjalanannya ini kemudian terpaksa dipersingkat karena ia tertular penyakit Kolera. Bulan Maret 1832 Mendelssohn kembali ke Berlin.

Mendelssohn sembuh dari Kolera dalam waktu singkat. Tanggal 23 April 1832 ia berkunjung lagi ke London. Ia memimpin sejumlah konser dan mempublikasikan bagian pertama kumpulan lagunya yang berjudul Lieder ohne Worte atau lagu-lagu tanpa kata-kata. Bulan Juli 1832 ia kembali ke Berlin.

Periode 1832-1835
Felix Mendelssohn memutuskan untuk tidak bekerja secara tetap di posisi manapun selama beberapa tahun. Awal tahun 1833 ia kembali berkunjung ke London. Kali ini ia memimpin konser karyanya yang berjudul Italienische Sinfonie atau Simfoni Italia. Tanggal 26 Mei 1833 ia memainkan karya itu dalam festival musik di kota Düsseldorf, Niederrheinisches Musikfest. Konser tersebut sangat sukses, sehingga pemerintah kota Düsseldorf langsung menawarkan posisi direktur musik kota tersebut. Posisi itu mencakup sejumlah tugas, yaitu memimpin musik di semua gereja terbesar, di teater dan di dua gedung pertunjukan.

Sebelum memangku posisi tersebut, Mendelssohn kembali berkunjung ke London bersama ayahnya, dan kembali ke Düsseldorf tanggal 27 September 1833. Pekerjaannya di gereja dan gedung konser berjalan lancar, tetapi hubungannya dengan menejer teater tidak berjalan mulus. Kemungkinan karena alasan itu Mendelssohn kemudian lebih mengutamakan musik gereja daripada opera. Di Düsseldorf ia mulai menulis karya bermotif agama yang pertama dengan judul Paulus Oratorium, yang menceritakan kehidupan rasul Paulus. Posisi direktur musik di Düsseldorf mungkin akan dipertahankannya lebih lama, jika saja ia tidak mendapat tawaran untuk menjadi pemimpin tetap gedung konser Gewandhaus di Leipzig.

Leipzig (1835-1841)
Agustus 1835 Mendelssohn pindah ke Leipzig dan memimpin konser pertama tanggal 4 Oktober yang memainkan karya berjudul Meeresstille und Glückliche Fahrt atau tenangnya laut dan perjalanan yang membahagiakan. Dibanding karya-karyanya yang lain, komposisi ini sekarang kurang disukai orang. Konser-konsernya di Gewandhaus mendapat pujian luar biasa, sehingga ia mendapat penghargaan honoris causa di bidang filsafat tanggal 20 Maret 1836.

Tahun 1837 sangat membahagiakan bagi Felix Mendelssohn. Tanggal 28 Maret 1837 ia menikah dengan Cécile Charlotte Sophie Jeanrenaud. Ia berkenalan dengan Cécile di Frankfurt am Main saat musim panas 1836. Dari perkawinannya Mendelssohn mempunyai lima anak. Masa-masa bulan madunya belum lama lewat ketika ia sudah kembali mendapat panggilan ke Inggris, di mana ia harus memimpin konser Paulus Oratorium dalam festival musik Birmingham. Dalam perjalanan kali ini ia memainkan orgen di gereja St. Paul dan Christ Church. Dengan permainannya itu, ia menanamkan pengaruh besar atas organis-organis Inggris. Di Inggris ia mulai merencanakan Oratorium berikutnya, yang berjudul Elias.


Tahun-Tahun Terakhir di Leipzig
Ruang kerja Mendelssohn di rumahnya di LeipzigBildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Ruang kerja Mendelssohn di rumahnya di Leipzig.

Tahun 1843 Mendelssohn mendirikan sekolah tinggi musik pertama di Jerman, Conservatorium di Leipzig, yang diresmikan tanggal 3 April di gedung pertunjukan Gewandhaus. Pada tahun yang sama ia diangkat menjadi warga kehormatan kota Leipzig. Tahun 1844 ia memimpin sejumlah konser simfoni di London dan memainkan musik dari karyanya Sommernachtstraum.

Setelah berkunjung singkat ke Frankfurt am Main, September 1845 Mendelssohn kembali ke Leipzig. Ia kembali menjalankan tugasnya dan mengajar di sekolah tinggi musik. Tanggal 26 Agustus 1846 karyanya Elias Oratorium dipagelarkan di festival Birmingham dan mendapat sambutan sangat antusias. Ia kembali ke Leipzig dan kembali bekerja seperti biasa. Tetapi kesehatannya mulai terganggu. Tahun 1847 Mendelssohn mengadakan perjalanan ke sepuluh dan yang terakhir ke Inggris, yaitu untuk memimpin permainan Elias Oratorim di Exeter Hall, di Manchester dan Birmingham.

Setelah kembali dari Inggris, berita meninggalnya kakaknya Fanny menjadi pukulan berat bagi Felix Mendelssohn. Ia menarik diri dari masyarakat umum, serta berlibur selama berbulan-bulan di Swiss dan Jerman Selatan. Tanggal 28 Oktober ia menderita stroke di Leipzig. Setelah stroke kedua tanggal 3 November, Mendelssohn berada dalam keadaan koma dan meninggal sehari setelahnya, dalam usia 38 tahun. Rumah kediamannya di jalan Goldschmidtstraße 12 di Leipzig kini menjadi museum Mendelssohn-Haus, dan menjadi salah satu tempat bersejarah di Jerman.





THANK YOU FOR YOUR VISIT, PLEASE COME BACK SOON...
Title: Felix Mendelssohn Bartoldy
Written By Kristofani
Hopefully this article useful to you. If you wish to quote either part or all of the contents of this article, please include dofollow links to http://kristianporung.blogspot.com/2013/03/felix-mendelssohn-bartoldy.html. Thank you for reading this article.

0 comments:

Post a Comment

RECENT COMMENTS

Flag Counter

COMMUNITY

ASEAN Blogger